Jumat, 01 Desember 2017

KILAS BALIK DUNIA PENDIDIKAN DI INDONESIA

KILAS BALIK DUNIA PENDIDIKAN DI INDONESIA


Sebagai salah satu wahana pembentuk karakter bangsa, sekolah adalah lokasi penting dimana para "Nation Builders" Indonesia diharapkan dapat berjuang membawa negara bersaing di kancah global. Seiring dengan derasnya tantangan global, tantangan dunia pendidikan pun menjadi semakin besar, hal ini yang mendorong para siswa mendapatkan prestasi terbaik.

Namun, dunia pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan mutu pendidikan diantaranya adalah keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru itu sendiri dinilai masih kurang. Terbatasnya akses pendidikan di Indonesia, terlebih lagi di daerah berujung kepada meningkatnya arus urbanisasi untuk mendapatkan akses ilmu yang lebih baik di perkotaan.

Menurut pegiat pendidikan Indonesia, Anies Baswedan keterbatasan akses pendidikan di daerah menjadi pangkal derasnya arus urbanisasi. "Yang menjadi persoalan, di Jabodetabek jumlahnya sudah proporsional, tapi jangan kita hanya bicara urban. Justru di luar urban itu kita punya masalah dan itu yang menyebabkan migrasi ke Jakarta," ujar Anies. Secara tidak langsung, masyarakat Indonesia didorong untuk melakukan urbanisasi karena keterbatasan fasilitas di daerah. Ia menilai akses pendidikan harus dibuka seluas-luasnya untuk seluruh masyarakat dengan penyediaan fasilitas yang mendukung program tersebut. "Kalau sekolah hanya di ibukota kecamatan, maka yang jauh kan jadi nggak bisa sekolah," tandasnya.

Selain itu, jumlah guru yang sesuai dengan kualifikasi saat ini dinilai masih belum merata di daerah. Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Hamid Muhammad saat ini banyak sekolah dasar (SD) di Indonesia kekurangan tenaga guru. Jumlahnya diperkirakan mencapai 112 ribu guru.

Untuk mengatasinya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan bekerja sama dengan pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dalam hal distribusi guru di daerah-daerah supaya lebih merata. "Jika manajemen guru bisa ditangani lebih optimal, tidak parsial, maka bisa dipindahkan ke kabupaten atau daerah yang berdekatan," ungkap Hamid.

Kemudian, untuk meningkatkan kualitas para guru, Kemendikbud akan meningkatkan kualifikasi guru melalui beasiswa S-1 bagi guru SD dan SMP. Hamid menjelaskan, jumlah guru SD di sekolah negeri dan swasta sekitar 1.850 ribu guru. Dari jumlah tersebut, hanya 60 persen guru yang sudah memenuhi kualifikasi dengan gelar S-1, sedangkan 40 persen lainnya belum memenuhi kualifikasi. Tiap tahunnya, Kemendikbud juga menyiapkan beasiswa untuk 100 ribu calon guru guna menempuh pendidikan S-1 melalui bantuan beasiswa S-1 untuk guru SD dan SMP. Di dunia internasional, kualitas pendidikan Indonesia berada di peringkat ke-64 dari 120 negara di seluruh dunia berdasarkan laporan tahunan UNESCO Education For All Global Monitoring Report 2012. Sedangkan berdasarkan Indeks Perkembangan Pendidikan (Education Development Index, EDI), Indonesia berada pada peringkat ke-69 dari 127 negara pada 2011.

Di sisi lain, kasus putus sekolah anak – anak usia sekolah di Indonesia juga masih tinggi "Berdasarkan data Kemendikbud 2010, di Indonesia terdapat lebih dari 1,8 juta anak setiap tahun tidak dapat melanjutkan pendidikan,  Hal ini disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor ekonomi; anak – anak terpaksa bekerja untuk mendukung ekonomi keluarga; dan pernikahan di usia dini,” menurut Sekretaris Direktorat Jendral Perguruan Tinggi Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M. Eng, Sc di Jakarta. Dalam laporan terbaru Program Pembangunan PBB tahun 2013, Indonesia menempati posisi 121 dari 185 negara dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan angka 0,629. Dengan angka itu Indonesia tertinggal dari dua negara tetangga ASEAN yaitu Malaysia (peringkat 64) dan Singapura (18), sedangkan IPM di kawasan Asia Pasifik adalah 0,683.

"Kita harus menyelesaikan permasalahan pendidikan ini, karena kepemilikan atas pengetahuan adalah kunci seseorang mencapai kesejahteraan," menurut  figur pendidikan Indonesia, Anies Baswedan. Dalam perkembangan pendidikan Indonesia, pemerintah telah melaksanakan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan guna menghadapi persaingan bebas dunia yang akan segera berlaku dengan terwujudnya komunitas ASEAN pada tahun 2015 mendatang.

Untuk meringankan beban serta memperkokoh dasar pendidikan pada siswa Indonesia, Kemdikbud memastikan akan sepenuhnya memberlakukan Kurikulum 2013 mulai tahun 2014, bahkan sudah menyiapkan anggaran untuk mendukung operasional kurikulum tersebut. "Sudah siap dan tahun depan hampir semua (sekolah) bisa melaksanakan Kurikulum 2013," ujar Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Musliar Kasim.

Kurikulum 2013 merupakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berfokus pada penguasaan pengetahuan yang kontekstual sesuai daerah dan lingkungan masing-masing.  Kurikulum tersebut menitikberatkan penilaian siswa pada tiga hal: sikap (jujur, santun, disiplin), keterampilan (melalui tugas praktek/ proyek sekolah), dan pengetahuan keilmuan. Pada tingkat dasar seperti SD, kurikulum ini lebih fokus pada pembentukan sikap dan keterampilan  hidup,  sedangkan keilmuannya lebih 'ringan' daripada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Pada tingkat lanjutan seperti SMP dan SMA, porsi penguasaan keilmuan lebih ditingkatkan karena pribadi murid dianggap sudah terbentuk pada tingkat dasar. Menurut Musliar, kurikulum baru akan diterapkan pada siswa SD kelas 1, 2, 4 dan 5; siswa SMP kelas 8 dan 9; serta siswa SMA kelas 10 dan 11. Pemerintah tidak akan mencetak buku bahan ajar. Seperti pelaksanaan pada tahun sebelumnya, Kemendikbud akan mengunggah buku bahan ajar ke dalam situs internet. 

Kemendikbud akan menetapkan harga eceran tertinggi atas buku yang ditargetkan akan beredar bebas tersebut. Kurikulum 2013 sendiri sebenarnya sudah dilaksanakan sejak pertengahan tahun 2013 di sejumlah sekolah yang telah diseleksi, meski sempat dikritik karena pelaksanaannya terkesan dipaksakan. 

Sebagai lembaga bantuan internasional yang bekerja di sektor pembangunan sosial-ekonomi, USAID Indonesia memberikan penekanan besar pada pengembangan kualitas pendidikan melalui sejumlah program yang berjalan sekarang salah satunya adalah melalui program beasiswa S2 USAID-PRESTASI. Pada tahun ini, USAID -PRESTASI memberikan beasiswa S2 kepada 31 profesional Indonesia. Program ini dibuka untuk umum dan diharapkan dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya masing – masing yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif di lingkungan kerja mereka masing – masing setelah merekakembali ke Tanah Air.

Kamis, 23 November 2017

kue ku

KEMBALI LAGI DIBLOG SAYA.
INI RESP KUE KU

Resep Kue Ku
Waktu persiapan
Waktu memasak
Waktu total
Penulis: 
Macam resep: Jajanan
Cuisine: China
Saran penyajian: 1 porsi
Bahan-bahan
Kulit:
  • 300 gram tepung ketan
  • 200 gram kentang rebus, haluskan
  • 100 gram gula bubuk
  • 300 ml santan hangat
  • 1 sdt vanili bubuk
  • 1 sdt garam
  • Gula pasir
  • 3 sdm minyak goreng
  • Pewarna makanan sesuai selera
Isi:
  • 150 gram kacang hijau kupas
  • 100 gram gula pasir
  • 300 ml santan
  • ¼ sdt vanili bubuk
  • ½ sdt garam
  • 2 lembar daun pandan, simpulkan
  • Cara membuat
    Kulit:
    1. Campur tepung ketan, kentang, gula bubuk, vanili, garam dan gula pasir menjadi satu. Tuangi santan hangat dan minyak sambil diaduk dan diuleni hingga tercampur rata. Bagi adonan menjadi beberapa bagian beri pewarna sesuai selera
    Isi:
    1. Kukus kacang hijau kupas sampai matang selama 1 jam. Haluskan
    2. Campur kacang hijau, gula pasir dan santan
    3. Masak dan beri daun pandan, vanili, dan garam sambil diaduk-aduk hingga matang dan kalis. Angkat dan dinginkan
    4. Bentuk adonan menjadi bulatan-bulatan kecil, sisihkan
    5. Ambil adonan kulit, beri isi lalu bentuk bulat. Cetak ke dalam cetakan kue ku yang telah ditaburi dengan sedikit tepung terigu
    6. Siapkan daun pisang yang telah diolesi dengan sedikit minyak. Keluarkan kue dari cetakan
    7. Kukus ke dalam panci pengukus selama 10 menit hingga matang sambil sesekali tutup panci dibuka agar kue tidak melebar sehingga motif cetakan tidak terlihat
  • ini linknyaresep kue ku

resep oncom

ini linknyaresep oncom

KEMBALI LAGI DIBLOG SAYA.
INI CARA MEMBUAT ONCOM KHAS INDONESIA

  • Kacang tanah sebanyak 1 kg yang telah dikupas dan dibersihkan
  • Ragi oncom sebanyak 100 gram
  1. Daripada membeli oncom, jika anda tahu cara membuat oncom tradisional sendiri, anda bisa membuatnya di rumah. Cara pertama adalah menggiling kacang tanah hingga hancur, tapi jangan biarkan sampai hancur secara halus.
  2. Lalu, press kacang tanah agar kandungan minyak di dalamnya bisa hilang. Kemudian, cetak kacang tanah tadi dalam bentuk bulatan.
  3. Rendam kacang tanah yang telah terbentuk tadi dalam air matang hingga menutupi semua permukaan hingga 7 jam. Setelah kacang tanah tadi sudah berubah terlihat lebih lunak atau sudah menyerupai bubuk oncom, anda bisa simpan di keranjang bambu yang terdapat beberapa lubang di bawahnya. Diamkan dalam keranjang bambu selama semalam.
  4. Keesokan harinya, kukus bakal oncom tersebut dalam panci hingga lunak. Setelah dirasa sudah lunak, angkat bakal oncom dan bentuk dalam bentuk persegi seperti selayaknya oncom.
  5. Lalu, diamkan bakal oncom sekitar 12 jam. Proses selanjutnya adalah menaburkan ragi oncom pada semua bagian oncom secara merata. Jika dirasa sudah merata, tutup oncom tersebut menggunakan karung dan pastikan tidak ada udara yang bisa masuk.
  6. Tunggu minimal 24 jam untuk melihat jamur yang akan muncul di oncom. Jika telah muncul jamur pada bagian permukaan oncom, berarti oncom siap untuk diolah menjadi makanan.
Oncom ini sangat cocok untuk menjadi teman makan lauk-pauk sehari-hari. Rasanya yang unik dan protein nabati yang baik bagi tubuh tentu akan menjadi makanan yang bernutrisi untuk keluarga. Anda bisa mengolahnya dengan menggoreng, rebus hingga dibuat campuran pada beberapa makanan. Sekian cara membuat oncom tradisional yang bisa anda coba sendiri di rumah.

SEKIAN SUDAH MELIHAT BLOG SAYA.
TUNGGU ARTIKEL YANG BARU.

cara membuat tahu

CARA MEMBUAT TAHU

ini linknyacara membuat tahu
KEMBALI LAGI DI BLOG SAYA.
INI CARA MEMBUAT TAHU

Bahan:
  1. 1 kg kacang kedelai yang telah direndam semalam
  2. 100 ml cuka makan
  3. Air
Alat:
  1. Blender
  2. Panci besar
  3. Serbet makan/ kain
  4. Saringan

Cara:
  1. Masukan kacang kedelai yang telah direndam semalaman kedalam panci atau baskom untuk di pecah dengan meremas-remasnya.
  2. Setelah bersih masukan kedelai kedalam Blander dengan memberi air secukupnya kemudian blender hingga halus dan lembut.
  3. Saat selesai maka akan jadi seperti susu kedelai, selanjutnya rebus air kedelai tadi di panci hingga mendidih.
  4. Siapkan baskom untuk tempat air dingin. Ketika rebusan air kedelai tadi mulai mendidih akan muncul busa.
  5. Maka segera tambahkan air dingin sedikit demi sedikit dan suhu kompor diturunkan.
  6. Setiap busa mulai muncul lagi berikan air dingin sedikit demi sedikit.  Tetap rebus air kedelai hingga busa habis, setelah itu biarkan rebusan itu di atas kompor dengan api kecil selama 20 menit. Kemudian matikan kompor dan biarkan dingin.
  7. Setelah rebusan tadi mulai dingian segera saring menggunakan saringan yang di atasnya di lapisi serbet makan/ kain. Peras ampas rebusan kedelai tadi hingga air perasan keluar semua. Ampas jangan dibuang karena bisa dimanfaatkan untuk perkedel, dan dimasak sesuai selera.
  8. Air hasil penyaringan tadi di rebus di atas kompor dengan api sedang namun tidak sampai mendidih.
  9. Angkat susu kedelai dari kompor kemudia masukkan 100 ml cuka makan, aduk sebentar.  Diamkan susu kedelai selama 30 menit dengan sendirinya susu kedelai akan terpisah menjadi calon tahu dan air.
  10. Saring massa tahu dengan serbet makan  atau kain bersih tipis hingga air keluar.  Susun pada cetakan yang ingin anda gunakan kemudiaian tindih dengan pemberat ssehingga semua air keluar. Biarkan sekitar 15-20 menit.
  11. Setelah itu Tahu buatan anda pun jadi dan jiap di potong sesuai ukuran yang anda suka dan siap dimasak.
SEKIAN SUDAH MELIHAT BLOG .
TUNGGU ARTIKEL YANG BARU

Senin, 20 November 2017

cara membuat tempe


hai sohat masih diblog saya.
ini makan cirihan indonesia 

ini linknyacara membuat tempe

Alat dan Bahan Membuat Tempe :

    • Baskom
    • Saringan
    • Dandang
    • Kipas angin
    • Sotel kayu
    • Tampah
    • Kompor
    • Kacang Kedelai
    • Ragi tempe
    • Daun pisang/kantong plastik

Langkah-langkah Cara membuat tempe :

    1. Cuci bersih semua peralatan terlebih dahulu. Keringkan.
    2. Cuci bersih kacang kedelai.
    3. Rendamlah kacang kedelai kurang lebih selama 13-18 jam.
    4. Jika sudah lunak, kelupas kulitnya.
    5. Bilas menggunakan air.
    6. Rebus kembali biji kedelai yang sudah dibilas air tadi.
    7. Tiriskan pada tampah. Kipasi menggunakan kipas angin hingga tidak terlalu panas.
    8. Masukkan ragi tempe ke biji kedelai secara merata, aduk rata.
    9. Masukkan biji kedelai yang sudah diberi ragi pada daun pisang atau kantong plastik. Untuk tebal tipisnya sesuai dengan selera anda.
    10. Untuk mendapatkan tempe yang baik, waktu yang dibutuhkan untuk proses fermentasi adalah 2 hari dengan suhu kamar. Usahakan kacang kedelai anda sudah tertutupi jamurnya.
sekian sudah melihat blog saya.tunggu artikel yang yang baru yah
dah

Kamis, 16 November 2017

vidio sma bodhisattva

vidio tentang bodhisattva di bandar lampung

vidio yang saya kumpulkan dikegiatan bodhisttva semoga bermanfaat bagi anda sekalian.



1.vidio wawancara yang sayang dibuang

2.Dance acara perpisahan SMA bodhisattva 2015

3.THE B2 Parody - SMA BODHISATTVA

4.film bule kesasar SMA Bodhisattva

5.harlem shake SMA Bodhisattva

6.kegiatan MPLS SMA BODHISATTVA

7.trailer cas jejak putih abu abu

8.sd bodhisattva tour

9.film 11ipa sma bodhisattva

10.Gangnam Style Competition SMA Bodhisatva Bandar Lampung Senam Gangnam Style

terima kasih sudah melihat blog saya  


Selasa, 31 Oktober 2017

Polemik Politik Indonesia Saat Ini

Polemik Politik Indonesia Saat Ini

Polemik sendiri berarti suatu jenis perdebatan atau diskusi sengit yang terjadi dan diadakan di tempat umum atau media massa berbentuk tulisan. Biasanya polemik terjadi di dalam suatu pandangan agama atau politik yang digunakan untuk menyangkal ataupun mendukung. Hal tersebut terjadi di politik Indonesia saat ini.
Berbicara tentang politik, kondisi politik Indonesia saat ini yang terjadi justru perebutan kekuasaan. Pejabat yang berkuasa seakan menjadi lupa akan tanggung jawabnya terhadap masyarakat. Janji-janji yang dulu diucapkan seakan hanya manis diawal saja. Persaingan sengit yang membuat antara politik satu dengan yang lainnya saling menjatuhkan demi mendapatkan kemenangan dari sang rival dan kekuasaan.
Dengan kondisi ini, rakyat lah yang menjadi korban. Para birokrat bangsa ini sepertinya masih terlalu sibuk berebut kursi. Perdebatan-perdebatan yang terjadi anatara politik satu dan lainnya juga membuat media massa semakin melirik politik Indonesia. Adanya perlibatan politik dengan masyarakat juga menjadikan politik di Indonesia seperti pisau yang dapat membelah negara menjadi beberapa bagian.
Berbicara tentang pisau, pisau sendiri memiliki sisi negatif dan positif. Apabila pisau itu digunakan ibu-ibu untuk memasak, maka bermanfaat lah pisau itu dan membuat ibu dapatt menghidangkan makanan lezat. Namun, bila pisau itu digunakan oleh pembunuh maka yang terjadi adalah sebuah kesedihan dan kesengsaraan yang terjadi. Begitu pula dengan politik di Indonesia. Ia dapat mencapai sebuah kesengsaraan atau bahkan kebahagiaan.
Ditengah gerahnya politik di Indonesia, politikus tidak mampu memberikan kesejukan. Hal ini membuat politikus ini menjadi lebih sibuk, dan mengabaikan masyarakat di luar sana. Namun sebenarnya, politik tidak hanya di kekuasaan saja. Uang pun sudah di politikkan. Sehingga membuat definisi politik mejadi bagaimana seseorang mampu mempengaruhi orang sekelompok lain agar mengikuti gagasan seseorang tersebut.
Dengan model politik yang terjadi saat ini, sangat sulit untuk rakyat dapat merasakan kinerja yang baik dari pemerintah, malahan membuat suatu pandangan buruk terhadap politik itu sendiri. Para generasi muda saat ini, haruslah diperkenalkan dengan politik yang sebenarnya. Dengan tujuan, mereka dapat memperbaiki model politik yang sekarang dan dapat membentuk generasi muda politik yang bertanggung jawab. Sehingga kondisi bangsa kita pun tidak terpuruk karena politik yang tidak bertanggung jawab. Sudah seharusnya semua ini diperbaiki. Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi.

Open School: Sebuah Katalisator Pendidikan di Indonesia

Open School: Sebuah Katalisator Pendidikan di Indonesia


Pendidikan merupakan kunci penting dalam menurunkan angka kemiskinan dunia dan berkaitan dengan itu negara-negara di dunia telah membuat suatu komitmen ambisius dan dituangkan dalam Millenium Development Goals (MDGs). Target dalam MDGs mengatakan bahwa di tahun 2015 seluruh anak di dunia harus mendapatkan pendidikan dasar.
Ketika membahas mengenai capaian MDGs terkait bidang pendidikan maka terdapat tiga indikator yang digunakan yaitu rasio anak yang mendapatkan pendidikan dasar, proporsi murid yang menyelesaikan pendidikan dasar (SD-SMP), dan angka melek huruf masyarakat usia 15-24 tahun. Menurut  laporan capaian MDGs tahun 2011 yang dikeluarkan oleh Bappenas sebenarnya Indonesia masih belum mencapai target dan usaha masih harus terus dikerahkan oleh segala pihak. Rasio anak yang mendapatkan pendidikan dasar di Indonesia adalah 95,55%, proporsi murid yang menyelesaikan pendidikan dasar adalah 96,58%, dan angka melek huruf masyarakat usia 15-24 tahun adalah 98,78%. Angka-angka tersebut tentunya menjadi indikasi yang baik terkait perkembangan pendidikan dilihat dari targetnya yaitu 100% tapi tentunya semua harus terus berbenah. Apakah Indonesia patut berpuas diri dengan angka anak yang mendapatkan pendidikan dasar? Bagaimana dengan pendidikan lanjutan? Bagaimana dengan kualitas pendidikan itu sendiri? Bagaimana dengan sistem pendidikan selama ini, sudahkan efektif dan obyektif?
Pembenahan dalam bidang pendidikan ini salah satunya dilakukan oleh Open Government Indonesia (OGI) melalui inisiatif open school di tahun 2012. Inisiatif tersebut didukung juga oleh regulasi yang sebelumnya telah ada yaitu Peraturan Pemerintah RI Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, khususnya Pasal 74 (ayat 1 dan 2) dan Pasal 82 (ayat 1 dan 2) tentang Penerimaan Peserta Didik pada Satuan Pendidikan Dasar/Menengah yang obyektif, transparan, dan akuntabel.
Open School adalah semangat akan keterbukaan sistem manajemen berbasis sekolah yang terintegrasi dan berfokus pada peningkatan mutu di bidang pendidikan. Ide mengenai open school  di Indonesia terinspirasi dari program Check My School di Filipina yang merupakan hasil kerjasama OMS dan Pemerintah Filipina. Pada awalnya, open school  di Indonesia dimulai dengan transparansi dan partisipasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sehingga mencegah penggunaan dana untuk hal yang bersifat non-edukasi. Satu hal lagi yang menjadikan program ini sebagai langkah kecil namun berdampak besar bagi pendidikan di sekolah adalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
PPDB seyogyanya diadakan sebagai upaya untuk memberikan kesempatan yang adil dan sama rata pada calon peserta didik agar semua anak Indonesia dapat bersekolah di sekolah yang menjadi tujuan mereka. Belajar bagi anak-anak bukan lagi suatu kewajiban melainkan kebutuhan baginya. Suatu sekolah tentunya tidak dapat menampung semua anak usia sekolah yang berada di lingkungannya oleh karena itu pihak sekolah dalam hal ini dapat melakukan seleksi dengan mengutamakan dua hal yaitu anak-anak yang berprestasi dan atau anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu.
Penggunaan PPDB-online sebagai salah satu bentuk nyata open school merupakan cara bijak yang dapat dianjurkan dan diharuskan ke depannya bagi sekolah dalam melakukan seleksi peserta didik baru yang akan diterima, persyaratan, dan kriteria yang harus disiapkan oleh pendaftar. Proses seleksi PPDB harus diikuti dan semua proses seleksi tersebut dapat dipantau secara real time online tersebut tentunya dapat memberikan kesempatan secara adil dan merata kepada semua anak. Saat ini, Indonesia memiliki dua opsi layanan PPDB online yang dapat dipilih oleh masing-masing kabupaten/kota yaitu PPDB milik Kemdikbud (ppdb.kemdikbud.go.id) dan PPDB milik Siap Online Telkom.
Pelaksanan open school  didorong melalui pelaksanaan penerimaan siswa baru online di Provinsi Kalteng dan Kota Ambon. Selain penerimaan siswa baru online,  open school  juga mendorong publikasi BOS secara online. Kota Ambon dapat menjadi contoh dalam hal ini karena ternyata indikator pendidikannya menunjukkan angka-angka yang menarik dan mendapat perhatian khusus. Angka melek huruf di Kota Ambon mengalami kenaikan pada tahun 2009 yaitu 99,35% menjadi 99,63% pada tahun 2010. Angka tersebut bahkan melampaui rata-rata nasional yaitu sebesar 98,78%. Berbeda dengan angka melek huruf, ternyata angka partisipasi sekolah di Kota Ambon menunjukkan tren yang negatif yaitu 72,61% pada tahun 2010 padahal rata-rata nasional mencapai 95,55%. Setelah diteliti lebih lanjut, ditemui bahwa angka partisipasi sekolah di Kota Ambon menurun seiring dengan kenaikan jenjang pendidikan yaitu SD (98,72%), SMP (94,95%), SMA (77,75%), dan Sarjana (45,30%) pada tahun 2010.
Ditemukan pula dari BPS bahwa di Kalteng dan Kota Ambon angka partisipasi sekolah menurun seiring dengan meningkatnya jenjang pendidikan maka ada dua kemungkinan penyebabnya yaitu akses yang sulit ke jenjang pendidikan lebih tinggi dan atau kondisi ekonomi masyarakat masih belum mampu untuk membayar biaya pendidikan. Mengenai permasalahan pembiayaan, pemerintah telah berupaya melalui pemberian dana BOS kepada tiap sekolah. Dengan begitu, masih ada satu pekerjaan rumah yang dihadapi yaitu mengenai akses. Permasalahan terhadap akses ini rasanya dapat diatasi dengan penerapan open school. Open school dapat memberikan informasi transparan kepada semua siswa akan sekolah yang diinginkannya.
Selain memberikan manfaat kepada siswa, open school ternyata juga membawa dampak positif bagi pihak sekolah terutama kepala sekolah. Selama ini sebelum dilaksanakan open school, masa-masa PPDB merupakan masa yang berat bagi kepala sekolah karena dia harus melayani puluhan bahkan ratusan telepon dari orang tua murid yang ingin mendaftarkan diri ke sekolah unggulan. Banyak cara ditempuh orang tua murid untuk memasukkan anaknya ke sekolah unggulan salah satunya dengan memberikan gratifikasi kepada kepala sekolah. Hal tersebut tentunya tidak dibenarkan karena merupakan salah satu bentuk korupsi yang dapat memberikan dampak sistemik. Setelah berlakunya open school, para kepala sekolah merasa bahwa batinnya lebih tenang karena tidak harus berurusan dengan gratifikasi. Pelajaran yang dapat diambil dari sini bahwa selain meratakan kesempatan setiap siswa untuk mengecap pendidikan lebih tinggi, open school juga mendukung kompetisi yang sehat antar siswa dan mendukung terciptanya manajemen sekolah yang transparan dan akuntabel. Contoh ini dibuktikan dengan sudah sirnanya pendapat masyarakat bahwa hanya anak orang mampu yang dapat masuk ke sekolah favorit. Terjadi di Kota Palangkaraya bagiamana ayah yang berprofesi sebagai tukang bakso anaknya dapat diterima di sekolah yang dulunya hanya dapat dipenuhi oleh siswa yang memiliki kemampuan finansial lebih tinggi. Ada pula tukang parkir yang memiliki pengalaman seperti itu. Pengalaman-pengalaman tersebut terjadi di Kota Ambon dan Kota Palangkaraya di awal-awal pelaksanaan PPDB online.
Hingga tahun 2013, 40 sekolah telah menerapkan open school di Kota Ambon dan sekarang adalah saat yang tepat bagi daerah lain di Indonesia untuk bergerak melakukan inovasi serupa. Semua anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak hingga jenjang tertinggi dan satu hal yang perlu diingat bahwa mendidik anak bangsa sama artinya dengan membangun peradaban. (Oleh: Yuniar Sarah Ningtiyas)

Dualisme Sistem Pendidikan di Indonesia

Dualisme Sistem Pendidikan di Indonesia

Penilaian kemajuan suatau bangsa atau negara terletak pada bagaimana pendidikan berkembang di negara tersebut, apakah sudah sangat maju dan perkembang serta merata apakah masih tercecer pemerataannya serta sistemnya. Saya ingin sedikit membahas dan mengomentari serta memberikan solusi terkait dualisme sistem pendidikan di Indonesia baik itu antara lembaga pendidikan negri maupun swasta, serta lembaga pendidikan umum maupun agama selalu terjadi hal yang kontroversial terkait kebijakan-kebijakan pemerintah yang sampai sekarang masih menimbulkan perdebatan. Terkait dianak tirikannya lembaga pendidikan swasta maupun lembaga pendidikan agama yang secara langsung dinaungi oleh kementrian agama. Hal yang sering terjadi dalam pembagian kedua lembaga pendidikan ini terkait penyamarataan fasilitas dan alat penunjang dalam proses pembelajaran serta melanjutkannya anak didik dalam proses pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Lembaga pendidikan agama sangat dianak tirikan terkait jenjang pendidikan lanjutan yang akan ditempuh oleh anak didiknya apabila ingin melanjutkan ke lembaga pendidikan umum. Hal ini bisa kita lihat di lembaga pendidikan umum yang jumlah lulusan dari lembaga pendidikan agama yang melanjutkan di lembaga pendidikan umum bisa dihitung dengan jari, baik itu negri maupun swasta. Tetapi hal yang paling terlihat jelas dan nyentrik terlihat dalam lembaga pendidikan umum negri.
Walaupun hal ini sudah diatur dan diantisipasi dengan dikeluarkannya SKB (surat keputusan bersama) tiga menteri P&K no.299/u/1984 dengan menteri agama no 45 tahun 1984 yang dijiwai oleh TAP MPR No. II/TAP/MPR/1983, tentang pengaturan pembakuan kurikulum sekolah umum dan madrasah yang isinya antara lain adalah mengizinkan kepada lulusan madrasah untuk melanjutkan ke sekolah-sekolah umum yang lebih tinggi dan begitu pula sebaliknya serta berhak mendapat bantuan sarana prasarana, biaya dan diakui ijazahnya.
Tetapi realita dilapangan membuktikan bahwa madrasah disisihkan baik sarana prasarana, biaya maupun ijazahnya. Begitu juga lulusan seperti SMK (sekolah menengah kejuruan), radhatul athfal serta madrasah-madrasah muallimat dan mualimin. Upaya pemerintah seakan-akan tidak ada untuk mengatasi permasalahan ini terkait penerimaan lulusan lembaga pendidikan agama ke lembaga pendidikan negri, prasana untuk menenuhi keperluan proses penunjang pembelajaran, maupun diakuinya dan diterimanya ijazah baik untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya ataupun bekerja. Hal ini bertambah parah bahwa lembaga pendidikan agama baik negri maupun swasta berada dinaungan kementrian agama bukan di kementrian pendidikan dan kebudayaan yang seharusnya memegang ini.
Sudah sangat umum ditelinga kita bahwa lembaga pendidikan negri ialah lembaga milik pemerintah yang difasilitasi dan dibiayai oleh negara. Maka tak heran pendidikan di lembaga pendidikan negri tanpa ditarik biaya sepeser pun serta fasilitas atau alat penunjang pembelajaran sangat cukup dan terlengkapi. Hal ini sangat terbalik 90 derajat dengan keadaan lembaga pendidikan swasta, walaupun adanya bantuan dari pemerintah terhadap sekolah swasta melalui dana BOS (bantuan operasional sekolah) tetapi dirasa tidak memenuhi kebutuhan dalam proses belajar mengajar terkait fasilitas dan honor pendidik. Sehingga mengakibatkan terdakang lembaga pendidikan swasta menarik tarif yang begitu tinggi untuk meningkatkan mutu lembaga tersebut.
Dari hal inilah yang membuat masyarakat berbondong-bondong menyekolahkan anaknya ke sekolah negri yang kapasitasnya sangat terbatas. Adanya sistem pemilihan nilai maupun tes semakin mempersulit peserta didik untuk dapat bersekolah di lembaga pendidikan negri. Dan inilah yang mengakibatkan banyaknya pengangguran serta anak-anak yang tidak mau sekolah terkait dengan biaya yang sangat tinggi yang tidak mampu dibayar oleh orang tua mereka bila bersekolah di sekolah swasta terutama dari kalangan masyarakat menengah kebawah. Walaupun banyak beasiswa dari beberapa pihak yang menyediakan untuk keluarga yang kurang mampu untuk mensekolahkan anaknya tetapi beasiswa ini kadang tergolong rumit dan jarang diketahui oleh masyarakat sekitar.
Menurut analisis dan pendapat kami dikotomi dan dualisme pendidikan di Indonesia terutama pada permasalahannya, ada dua pokok yang harus dibenahi pemerintah untuk meningkatkan integritas pendidikan di Indonesia yaitu pemerataan pendidikan di wilayah-wilayah Indonesia terutama di daerah terpencil serta penyejahteraan tenaga pendidik.
Terkait pemerataan ini, harus adanya sinkronisasi antara pembagunan baik itu infrastuktur maupun ekonomi serta pendidikan di suatu daerah tersebut terkait kebijakan otonomi daerah. Majunya dan sejahteraan disuatu daerah diukur tingkat kecerdasan masyarakat tersebut sehingga mampu menopang dan meningkatkan ekonomi dan pembangunan daerah. Maka pendidikan ialah komponen terpenting jika ingin memajukan atau mensejahterakan suatu daerah. Dan hal ini dilakukan dengan pemerataan pendidikan yang tidak hanya tersentral di daerah Ibu kota dan sekitarnya saja terutama pulau Jawa. Pendidikan di Indonesia saat ini terpusat dan tersentral hanya dipulau Jawa, hal inilah yang menyebabkan banyaknya anak didik yang melancong ke Jawa untuk mencari Ilmu.
Yang kedua ialah penyejahteraan tenaga pendidik baik itu guru maupun dosen yang harus adanya dukungan dari Pemerintah untuk memajukan pendidikan melalui tenaga pendidik tersebut baik itu berupa materil maupuun immateril. Ketika pemerintah mendukung dan mensupport kinerja tenaga pendidik maka akan tercipta sebuah hubungan yang baik untuk semakin memajukan Pendidikan di Indonesia ini.
Untuk menjadi generasi unggul hal yang harus kita bangun dari diri kita sendiri ialah berusaha untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia ini dengan mau menjadi pendidik tanpa mengharapkan apa-apa ikhlas seutuhnya. Komponen yang terpenting untuk meningkatkan pendidikan atau pengetahuan anak didik ialah mengajarkan segala sesuatu kepada anak didik dengan rasa ikhlas sehingga terciptalah hubungan harmonis antara pendidik dan peserta didik. Ketika terciptalah hubungan emosional antara pendidik (guru atau dosen) dengan anak didik maka ilmu yang diajarkan akan lebih mudah masuk dan terserap kedalam anak didik tersebut. Dan motto yang harus dimiliki pendidik sesuai motto dari pendidikan di Indonesia yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara ialah, ing ngarsa sing tuladha, ing madya mangun kerso, tut wuri handayani.
Makna dari motto itu ialah bahwa pendidik baik itu guru maupun dosen harus bisa menempatkan tempat dimana pun baik di depan, tengah maupun belakang. Ketika berada di depan pendidik harus memberikan contoh terhadap anak didiknya dan ketika di tengah pendidik mampu membuat ide maupun prakarsa dan ketika di belakang pendidik harus mampu memberikan dorongan atau arahan kepada anak didiknya.
Dan yang terakhir gunakan ilmu kita apa pun itu untuk membantu sesama baik itu siapa pun dari manapun tanpa memandang suku, agama serta etnis tanpa mengharapkan apa pun dengan satu tujuan untuk memajukan atau meingkatkan bangsa Indonesia. Dalam agama Islam sudah sering diajarkan bahwa sebaik-baik manusia ialah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya. Jadi apa pun kita jika kita bermanfaat bagi orang lain maka hal yang kita lakukan tidak akan sia-sia.

badan pusat statistik indonesia

badan pusat statistik indonesia
Rumah Tangga Biasa adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendiami atau tinggal bersama di sebagian atau seluruh bangunan fisik/bangunan sensus dan biasanya makan dari satu dapur. Yang dimaksud satu dapur, adalah jika pengurusan kebutuhan sehari-hari dikelola menjadi satu. Beberapa orang yang bersama-sama mendiami satu kamar dalam satu bangunan sensus walaupun mengurus makannya sendiri-sendiri dianggap satu rumah tangga biasa.
Rumah tangga yang tidak tercakup dalam Susenas adalah:
  1. Orang yang tinggal di asrama, yaitu suatu tempat tinggal yang pengurusan kebutuhan sehari-harinya diatur oleh suatu yayasan atau badan, misalnya asrama perawat, asrama ABRI (tangsi), dan asrama karyawan/mahasiswa.
  2. Orang-orang yang tinggal di Lembaga Pemasyarakatan, Panti Asuhan dan sebagainya.
  3. Sekelompok orang yang mondok dengan makan/indekos yang berjumlah 10 orang atau lebih.
Anggota Rumah Tangga adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu rumah tangga, baik yang pada waktu pencacahan berada di rumah tangga tersebut maupun yang sedang bepergian (tidak berniat pindah) kurang dari 6 bulan. Orang yang telah 6 bulan atau lebih tinggal di rumah tangga yang sedang dicacah atau yang telah tinggal kurang dari 6 bulan tetapi berniat menetap dianggap sebagai anggota rumah tangga dari rumah tangga yang sedang dicacah tersebut.
Tidak termasuk anggota rumah tangga yaitu orang yang telah bepergian selama 6 bulan atau lebih, atau kurang dari 6 bulan tetapi dengan tujuan pindah (akan meninggalkan rumah selama 6 bulan atau lebih).
Bersekolah adalah mereka yang terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan baik di suatu jenjang pendidikan formal (pendidikan dasar yaitu SD/sederajat dan SMP/sederajat, pendidikan menengah yaitu SMA/sederajat dan pendidikan tinggi yaitu PT/sederajat) maupun non formal (Paket A setara SD, paket B setara SMP dan paket C setara SMA) yang berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Kementerian Agama (Kemenag), instansi lainnya negeri maupun swasta
Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi, meliputi SD/MI/sederajat, SMP/MTs/sederajat, SM/MA/sederajat dan PT.
Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Meliputi pendidikan kecakapan hidup (kursus), pendidikan anak usia dini (PAUD) atau pra-sekolah, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan (paket A, paket B, dan paket C) serta pendidikan lainnya yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.
Tidak/belum pernah sekolah adalah tidak/belum pernah terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan di suatu jenjang pendidikan, termasuk mereka yang tamat/belum tamat Taman Kanak-kanak yang tidak melanjutkan ke Sekolah Dasar.
Tamat sekolah adalah telah menyelesaikan pelajaran pada kelas/tingkat terakhir suatu jenjang pendidikan di sekolah negeri maupun swasta dengan mendapatkan tanda tamat/ijazah. Seorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi tetapi jika ia mengikuti ujian dan lulus maka dianggap tamat.
Angka Buta Hurufadalah proporsi penduduk usia tertentu yang tidak dapat membaca dan atau menulis huruf Latin atau huruf lainnya terhadap penduduk usia tertentu.
Angka Partisipasi Sekolah (APS): proporsi anak sekolah pada usia jenjang pendidikan tertentu dalam kelompok usia yang sesuai dengan jejang pendidikan tersebut
Angka Partisipasi Murni (APM) : Proporsi anak sekolah pada satu kelompok usia tertentu yang bersekolah pada jenjang yang sesuai dengan kelompok usianya.
Angka Partisipasi Kasar (APK) : Proporsi anak sekolah pada suatu jenjang tertentu dalam kelompok usia yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut
Jenjang Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan adalah jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh seseorang, yang ditandai dengan sertifikat/ijazah.
SD meliputi Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah dan sederajat.
SMP meliputi jenjang pendidikan SMP Umum, Madrasah Tsanawiyah, SMP kejuruan dan sederajat.
SM meliputi jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), sekolah menegah kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah dan sederajat.
PT meliputi jenjang pendidikan Diploma I, II, III dan IV dan sederajat.

KONSEP DAN DEFINISI MODUL SOSIAL BUDAYA
Mendengarkan radio adalah kegiatan meluangkan waktu dan perhatian untuk mendengarkan atau mengikuti siaran radio dari salah satu atau beberapa acara yang disajikan.
Membaca Surat Kabar/Majalah adalah pernah membaca setidak-tidaknya satu artikel di surat kabar atau majalah dan biasanya mengetahui/mengerti isi artikel tersebut.
Menonton Televisi adalah kegiatan meluangkan waktu dan perhatian untuk menonton salah satu atau beberapa acara yang disajikan dalam televisi sehingga mengerti dan menikmatinya
Olahraga adalah kegiatan seseorang dengan sengaja meluangkan waktunya untuk melakukan satu atau lebih kegiatan fisik secara teratur (gerak badan dengan gerakan-gerakan tertentu atau dengan macam-macam permainan seperti senam, atletik, tenis meja, voli, sepak bola, dsb).

Pertumbuhan ekonomi di Papua triwulan II alami peningkatan

Pertumbuhan ekonomi di Papua triwulan II alami peningkatan ini linknya Pertumbuhan ekonomi di Papua triwulan II alami peningkatan Per...